Minggu, 01 April 2012

Konsep Dasar Media Pembelajaran


KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Media Pembelajaran
Dosen Pengampu: Dr. H. Fatah Syukur, M. Ag
Di susun oleh:
Ika Rizqi Lestari         (103111116)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012


KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN

       I.            PENDAHULUAN
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.[1] Pada hakikatnya proses pembelajaran adalah proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan gagasan. Dalam proses pembelajaran sering timbul penyimpangan-penyimpangan sehingga proses pembelajaran tersebut tidak efektif dan efisien.
Salah satu cara untuk mengatasi penyimpangan-penyimpangan tersebut agar tidak terjadi adalah penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Berikut ini akan diuraikan mengenai konsep dasar media pembelajaran.

    II.            RUMUSAN MASALAH
A.       Apa Pengertian Media Pembelajaran ?
B.       Bagaimana Keberadaan Media dalam Proses Pembelajaran ?
C.       Apa Saja Macam-macam Media Pembelajaran ?


 III.            PEMBAHASAN
A.       Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara ( و سائل) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlack & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.[2]
Batasan lain telah pula dikemukakan oleh para ahli yang sebagian diantaranya akan diberikan berikut ini.
Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education Association (NEA) mendefinisikan media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar.[3]
Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Contohnya, buku, film, kaset, film bingkai, dll.[4]
Heinich, dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi, televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pengajaran. Haamidjojo dalam Latuheru (1993) memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyear ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju.
Berdasarkan uraian batasan-batasan tentang media di atas, berikut dikemukakan ciri-ciri umum yang terkandung pada setiap batasan itu.
1.        Media pembelajaran memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pancaindera.
2.        Media pembelajaran memiliki pengertian non-fisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
3.        Media pembelajaran memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
4.        Media pembelajaran digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.[5]
Pembelajaran adalah keterpaduan antara konsep belajar dan konsep mengajar. Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Belajar mengacu kepada apa yang dilakukan siswa, sedang mengajar mengacu kepada apa yang dilakukan oleh guru. Dua kegiatan tersebut menjadi terpadu dalam suatu kegiatan manakala terjadi hubungan timbal balik (interaksi) antara guru dengan siswa pada saat pembelajaran berlagsung.[6]
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung. Sebagai pembawa (penyalur) pesan, media pembelajaran tidak hanya digunakan oleh guru, tetapi yang lebih penting dapat pula digunakan oleh siswa.

B.       Keberadaan media dalam proses pembelajaran
Pembelajaran adalah upaya menciptakan kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat dipermudah (facilitated) pencapaiannya. Pada setiap kegiatan pembelajaran terlebih dahulu harus dirumuskan tujuan pembelajarannya.
Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru atau dosen dan siswa/mahasiswanya bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Dalam komunikasi sering timbul dan terjadi penyimpangan-penyimpangan sehingga komunikasi tersebut tidak efektif dan efisien, antara lain disebabkan oleh adanya ketidaksiapan siswa/mahasiswa, kurangnya minat dan kegairahan, dan sebagainya.
1.    Salah satu usaha untuk mengatasi keadaan demikian ialah penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, karena dengan adanya media pembelajaran, guru/pengajar akan mudah untuk menyampaikan materi dan juga siswa akan lebih mudah untuk menerima materi yang disampaikan. Merujuk pernyataan diatas bahwa media mempunyai kegunaan-kegunaan yaitu sebagai berikut:
2.    Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
3.    Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.
4.    Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik.
5.    Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana kesulitan itu harus diatasi sendiri.
Tujuan media pendidikan dapat tercapai bagi siswa maupun guru, apabila media yang digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan materi, strategi, dan model pembelajaran. Oleh karena itu guru harus mampu memilih media yang sesuai. Seperti yang dikemukakan oleh Dick dan Carey (1978) menyebutkan bahwa disamping keseuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media, yaitu: Pertama,ketesediaan sumber setempat. Artinya bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua, apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebuta ada dana, tenaga, dan fasilitasnya. Ketiga adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama. Artinya, bisa digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapanpun serta mudah dijinjing dan dipindahka. Faktor yang terakhir yaitu efektivitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.
Penggunaan media dalam proses belajar mengajar mempunyai nilai-nilai praktis sebagai berikut:
1.        Media dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa/mahasiswa.
2.        Media dapat mengatasi keterbatasan ruang kelas, waktu dan daya indra. Banyak hal yang sukar untuk dialami secara langsung oleh siswa/mahasiswa di dalam kelas, seperti; objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar,atau model. atau objek yang terlalu kecil dibantu dengan proyektor mikro. Gerakan-gerakan yang diamati terlalu cepat atau terlalu lambat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography. Peristiwa yang terjadi di masa lalu atau konsep yang terlalu luas bisa divisualkan dalam bentuk video, rekaman film, gambar dan lain sebagainya. Maka dengan melalui media akan dapat diatasi kesukaran-kesukaran tersebut.
3.        Penggunaan media secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik.[7]
4.        Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis. Penggunaan media, seperti; gambar, film, model, grafik, dan lainnya dapat memberikan konsep dasar yang benar.
5.        Media dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. Dengan menggunakan media, horizon pengalaman anak semakin luas, persepsi semakin tajam, dan konsep=konsep dengan sendirinya semakin lengkap, sehingga keinginan dan minat baru untuk belajar selalu timbul.
6.        Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.[8]

C.       Macam-macam  Media Pembelajaran
Klasifikasi media dapat dilihat dari jenisnya, daya liputnya, dan bahan serta cara pembuatannya.
1.    Dilihat dari jenisnya, media dibagi dalam:
a.    Media Auditif
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti; radio, cassete recorder. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalam pendengaran.
b.   Media Visual
Media Visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam atau lukisan dan cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film kartun.
c.    Media Audiovisual
Media Audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua (media audio dan media visual).
2.    Dilihat dari daya liputnya, media dibagi dalam:
a.    Media dengan daya liput luas dan serentak
Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contoh: radio dan televisi.
b.   Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat
Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti; film, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap.
c.    Media untuk pengajaran individual
Media ini dalam penggunaannya hanya untuk seorang diri. Termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.
3.    Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi dalam:
a.    Media Sederhana
Media sederhana adalah media yang bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, serta penggunaannya tidak sulit.
b.   Media Kompleks
Media kompleks adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh, mahal harganya, sulit membuatnya, serta dalam penggunaannya memerlukan ketrampilan yang memadai.[9]
Sedangkan menurut Arief S. Sadiman, sesuai dengan karakteristik atau ciri khas dari suatu media media pendidikan yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu;
1.    Media Grafis adalah termasuk media visual, artinya media-media yang dalam menyalurkan pesan ajaran melalui indera penglihatan. Adapun yang termasuk jenis media grafis diantaranya adalah; Gambar atau foto, sketsa atau gambar sederhana/draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya saja tanpa detail, diagram atau skema, bagan (chart), grafik, karton, poster, peta dan globe, papan flanel, dan lain-lain.
2.    Media Audio, adalah jenis media pendidikan yang dalam menyalurkan pesan-pesan ajaran  (pesan pendidikan) berkaitan dengan indera pendengaran. Beberapa jenis media yang dapat digolongkan kedalam media audio diantaranya; Radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan lain-lain.
3.    Media Proyeksi Diam. Yaitu media pendidikan dimana pesan yang disampaikan lebih dulu dengan alat proyektor agar bisa dilihat. Yang termasuk jenis proyeksi diam antara lain;
a.    Film bingkai (slide),
b.   Film rangkai (film strip),
c.    Proyektor apaque (proyektor tak tembus pandang),
d.   Televisi dan audio,
e.    Permainan dan simulasi.[10]
  Dalam memilih media pembelajaran, terdapat beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan, yaitu;
1.    Prinsip kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan tersebut. Tujuan ini sendiri beraneka ragam, apakah untuk keperluan rekreasi/hiburan, informasi umum atau bahkan lebih spesifik.
2.    Prinsip familiaritas media, artinya seorang guru harus mengenal sifat dan ciri-ciri media.
3.    Prinsip perbandingan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat diperbandingkan, karena memilih media pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan dari berbagai alternatif pemecahan masalah yang dituntut oleh tujuan.
4.    Prinsip normal/patokan yang akan dicapai dalam proses pemilihan media.[11]

 IV.            ANALISIS
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian dari guru/pendidik dalam setiap kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, berarti guru bukan hanya satu-satunya sumber belajar, walaupun tugas, peranan, dan fungsinya dalam proses belajar mengajar sangat penting,  tetapi media juga sumber belajar yang sangat dibutuhkan yang dapat membantu guru/pendidik untuk mencapai tujuan dalam proses pembelajaran.
Dengan adanya sifat yang unik pada setiap siswa, ditambah lagi dengan perbedaan lingkungan, pengalaman serta karakter yang berbeda sedangkan dalam proses pembelajaran kurikulum dan materi pembelajaran ditentukan sama untuk setiap siswa maka media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk mempermudah guru/pendidik dalam mengatasi perbedaan-perbedaan siswa tersebut. Dalam hal ini, guru perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Guru harus mampu memilih media yang sesuai/cocok digunakan dalam pelajaran yang diajarkan, media juga harus sesuai dengan materi, strategi dan model pembelajaran. Sebagai contoh, dalam pelajaran IPA dengan pokok bahasan proses terjadinya gerhana bulan, maka seharusnya guru tidak hanya menjelaskan siswa dengan kata-kata atau materi saja tetapi juga bisa menggunakan media berupa gambar/film yang menggambarkan terjadinya gerhana bulan sehingga siswa dapat lebih paham dengan pokok bahasan yang diajarkan.
Pada saat ini, media pembelajaran sudah sering digunakan dalam proses belajar mengajar, tetapi media pembelajaran juga masih sering terabaikan karena beberapa alasan, diantaranya: karena guru tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan tentang media pembelajaran sehingga sulit untuk mencari media yang tepat/sesuai dengan pelajaran yang diajarkan, tidak tersedianya biaya, terbatasnya waktu untuk persiapan mengajar sehingga mengajar hanya menyampaikan materi tanpa menggunakan media, padahal dengan guru hanya menyampaikan materi tidak semua siswa dapat memerhatikan dan bisa menangkap apa yang dijelaskan guru, karena karakter siswa itu berbeda-beda,dan masih banyak alasan-alasan lain.
Meskipun saat ini banyak yang menggunakan media dalam proses pembelajaran, tidak sedikit yang malah menyalahgunakannya media tersebut. Seperti contoh, adanya internet. Adanya internet yang seharusnya digunakan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan siswa, juga untuk mencari sumber-sumber pengetahuan yang tidak ditemukan dibuku, tetapi internet malah digunakan untuk memudahkan dalam membuat tugas yang diberikan guru dengan tidak mau bersusah payah berfikir dan berusaha mengerjakan tugas dengan sumber-sumber yang ada melainkan dengan mendownload/mengcopy paste dari internet. Hal itu sangat disayangkan karena bertolak belakang dengan fungsi media yang seharusnya memudahkan siswa untuk memahami pelajaran tetapi disalahgunakan dan bukan menambah wawasan ilmu yang didapat malah kebodohan karena tidak mau berfikir. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut, guru harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan tentang media pembelajaran, sehingga dapat mengontrol siswa dalam proses pembelajaran.

    V.             KESIMPULAN
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung. Sebagai pembawa (penyalur) pesan, media pembelajaran tidak hanya digunakan oleh guru, tetapi yang lebih penting dapat pula digunakan oleh siswa.
Keberadaan media pembelajaran sanga dibutuhkan dalam proses belajar mengajar karena dengan adanya media pembelajarn, guru/pendidik akan mudah dalam menyampaikan materi dan juga siswa akan lebih mudah untuk menerima materi yang disampaikan oleh guru/pendidik.
Macam-macam media pembelajaran diantaranya: dilihat dari jenisnya; media auditif, media visual, dan media audiovisual. Dilihat dari daya liputnya; media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat serta media untuk pengajaran individual. Dilihat dari bahan pembuatannya; media sederhana dan media kompleks. Sesuai dengan karakteristik/ciri khas; media grafis, audio,dan media proyeksi diam. Sedangkan prinsip-prinsip dalam memilih media ; prinsip kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media, prinsip familiaritas, prinsip perbandingan, prinsip normal/patokan yang akan dicapai dalam pemilihan media.

IV. PENUTUP
Demikianlah makalah ini Saya susun, semoga apa yang dibahas dalam makalah ini dapat menambah wawasan pengetahuan kita. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itulah kritik dan saran yang membangun sangat Saya harapkan demi kesempurnaan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003
Asnawir dan Basyiruddin usman, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers, 2002
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2010
Ibrahim dan Suparni, Strategi Pembelajaran Maatematika, Yogyakarta: Teras, 2009
Mufarrokah, Anissatul, Strategi Belajar Mengajar, Yogyakarta: Teras, 2009
Sadiman, Arief S., Dasar-dasar Media Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1993
Sadiman, arief S., dkk. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007


[1] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 1.
[2] Azhar Arsyad, Ibid, hlm. 3
[3] Asnawir & Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm. 11
[4] Arief S Sadiman, dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, (Jakarta: PT Raja Grafindo  Persada, 2007), hlm. 6
[5] Azhar Aryad, Op. Cit, hlm. 4-6
[6] Anissatul Mufarrokah, Strategi Belajar Mengajar, (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm. 25
[7] Arief S. Sadiman dkk, Op. Cit., hlm. 17.
[8] Asnawir dan Basyiruddin Usman, Op. Cit., hlm. 14.
[9] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta,2010), hlm. 124-126.
[10] Arief S. Sadiman, Dasar-dasar Media Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1993), hlm. 28.
[11] Ibrahim dan Suparni, Strategi Pembelajaran Matematika, (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm. 118-119