KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Media Pembelajaran
Dosen Pengampu: Dr. H. Fatah Syukur, M. Ag

Di susun oleh:
Ika Rizqi Lestari (103111116)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012
KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN
I.
PENDAHULUAN
Belajar adalah
suatu proses yang kompleks yang terjadi karena adanya interaksi antara
seseorang dengan lingkungannya.[1]
Pada hakikatnya proses pembelajaran adalah proses komunikasi. Kegiatan belajar
mengajar merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa
bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan gagasan. Dalam proses pembelajaran
sering timbul penyimpangan-penyimpangan sehingga proses pembelajaran tersebut
tidak efektif dan efisien.
Salah satu cara
untuk mengatasi penyimpangan-penyimpangan tersebut agar tidak terjadi adalah
penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Berikut ini akan diuraikan
mengenai konsep dasar media pembelajaran.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Apa Pengertian Media
Pembelajaran
?
B.
Bagaimana Keberadaan Media
dalam Proses
Pembelajaran
?
C.
Apa Saja Macam-macam Media
Pembelajaran
?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara
harfiah berarti ‘tengah’, ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah
perantara ( و سائل) atau pengantar pesan dari pengirim kepada
penerima pesan. Gerlack & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila
dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang
membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan
sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses
belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis,
atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi
visual atau verbal.[2]
Batasan lain telah pula dikemukakan oleh para ahli yang sebagian diantaranya akan
diberikan berikut ini.
Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan
untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education
Association (NEA) mendefinisikan media sebagai benda yang dapat
dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument
yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar.[3]
Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen
dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu
Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat
menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Contohnya, buku, film,
kaset, film bingkai, dll.[4]
Heinich, dan kawan-kawan (1982) mengemukakan
istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan
penerima. Jadi, televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang
diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi.
Apabila media itu membawa pesan atau informasi yang bertujuan instruksional
atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media
pengajaran. Haamidjojo dalam Latuheru (1993) memberi batasan media sebagai
semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau
menyear ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan atau pendapat yang
dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju.
Berdasarkan uraian batasan-batasan tentang media di atas, berikut dikemukakan
ciri-ciri umum yang terkandung pada setiap batasan itu.
1.
Media pembelajaran memiliki pengertian fisik yang dewasa
ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu benda yang
dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pancaindera.
2.
Media pembelajaran memiliki pengertian non-fisik yang
dikenal sebagai software (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang
terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada
siswa.
3.
Media pembelajaran memiliki pengertian alat bantu pada
proses belajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
4.
Media pembelajaran digunakan dalam rangka komunikasi dan
interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.[5]
Pembelajaran adalah keterpaduan antara konsep
belajar dan konsep mengajar. Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang
tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Belajar mengacu kepada apa
yang dilakukan siswa, sedang mengajar mengacu kepada apa yang dilakukan oleh
guru. Dua kegiatan tersebut menjadi terpadu dalam suatu kegiatan manakala
terjadi hubungan timbal balik (interaksi) antara guru dengan siswa pada saat
pembelajaran berlagsung.[6]
Dari uraian diatas dapat
disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta
perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung. Sebagai pembawa (penyalur) pesan, media pembelajaran tidak hanya digunakan
oleh guru, tetapi yang lebih penting dapat pula digunakan oleh siswa.
B.
Keberadaan media dalam proses pembelajaran
Pembelajaran adalah upaya menciptakan kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran
dapat dipermudah (facilitated) pencapaiannya. Pada setiap kegiatan
pembelajaran terlebih dahulu harus dirumuskan tujuan pembelajarannya.
Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi.
Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri
dimana guru atau dosen dan siswa/mahasiswanya bertukar pikiran untuk
mengembangkan ide dan pengertian. Dalam komunikasi sering timbul dan terjadi
penyimpangan-penyimpangan sehingga komunikasi tersebut tidak efektif dan
efisien, antara lain disebabkan oleh adanya ketidaksiapan siswa/mahasiswa, kurangnya
minat dan kegairahan, dan
sebagainya.
1. Salah satu
usaha untuk mengatasi keadaan demikian ialah penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar,
karena dengan adanya media pembelajaran, guru/pengajar akan mudah untuk
menyampaikan materi dan juga siswa akan lebih mudah untuk menerima materi yang
disampaikan. Merujuk pernyataan diatas bahwa media mempunyai kegunaan-kegunaan
yaitu sebagai berikut:
2. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu
bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
3. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya
indera.
4. Dengan menggunakan media pendidikan secara
tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik.
5. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa
ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan
kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru
akan banyak mengalami kesulitan bilamana kesulitan itu harus diatasi sendiri.
Tujuan media pendidikan dapat tercapai bagi siswa maupun guru, apabila media yang
digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan materi, strategi, dan model
pembelajaran. Oleh karena itu guru harus mampu memilih media yang sesuai. Seperti
yang dikemukakan oleh Dick dan Carey (1978) menyebutkan bahwa disamping
keseuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor
lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media, yaitu: Pertama,ketesediaan
sumber setempat. Artinya bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada
sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua,
apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebuta ada dana, tenaga, dan
fasilitasnya. Ketiga adalah faktor yang menyangkut keluwesan,
kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama.
Artinya, bisa digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan
kapanpun serta mudah dijinjing dan dipindahka. Faktor yang terakhir yaitu
efektivitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.
Penggunaan media dalam proses belajar mengajar mempunyai nilai-nilai praktis
sebagai berikut:
1.
Media dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman yang
dimiliki siswa/mahasiswa.
2.
Media dapat mengatasi keterbatasan ruang
kelas, waktu dan daya indra. Banyak hal yang sukar untuk dialami secara langsung oleh
siswa/mahasiswa di dalam kelas, seperti; objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar,atau
model. atau objek yang terlalu kecil dibantu dengan proyektor mikro. Gerakan-gerakan yang diamati terlalu cepat atau terlalu lambat dapat dibantu dengan timelapse atau
high-speed photography. Peristiwa yang terjadi di masa lalu atau
konsep yang terlalu luas bisa divisualkan dalam bentuk video, rekaman film,
gambar dan lain sebagainya.
Maka dengan melalui media akan dapat diatasi kesukaran-kesukaran
tersebut.
3.
Penggunaan media secara tepat dan bervariasi dapat
mengatasi sikap pasif anak didik.[7]
4.
Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan
realistis. Penggunaan media, seperti; gambar, film, model, grafik, dan lainnya
dapat memberikan konsep dasar yang benar.
5.
Media dapat membangkitkan
keinginan dan minat yang baru. Dengan menggunakan media, horizon pengalaman
anak semakin luas, persepsi semakin tajam, dan konsep=konsep dengan sendirinya
semakin lengkap, sehingga keinginan dan minat baru untuk belajar selalu timbul.
6.
Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk
belajar.[8]
C.
Macam-macam Media
Pembelajaran
Klasifikasi media dapat dilihat dari jenisnya, daya
liputnya, dan bahan serta cara pembuatannya.
1. Dilihat dari jenisnya, media dibagi dalam:
a. Media Auditif
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan
kemampuan suara saja, seperti; radio, cassete recorder. Media ini tidak
cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalam pendengaran.
b. Media Visual
Media Visual adalah media yang hanya mengandalkan indra
penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam atau lukisan dan
cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang
bergerak seperti film kartun.
c. Media Audiovisual
Media Audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara
dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena
meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua (media audio dan media
visual).
2. Dilihat dari daya liputnya, media dibagi
dalam:
a. Media dengan daya liput luas dan serentak
Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang
serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contoh:
radio dan televisi.
b. Media dengan daya liput yang terbatas oleh
ruang dan tempat
Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan
tempat yang khusus seperti; film, yang harus menggunakan tempat yang tertutup
dan gelap.
c. Media untuk pengajaran individual
Media ini dalam penggunaannya hanya untuk seorang diri.
Termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.
3. Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi
dalam:
a. Media Sederhana
Media sederhana adalah media yang bahan dasarnya mudah
diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, serta penggunaannya
tidak sulit.
b. Media Kompleks
Media kompleks adalah media yang bahan dan alat
pembuatannya sulit diperoleh, mahal harganya, sulit membuatnya, serta dalam
penggunaannya memerlukan ketrampilan yang memadai.[9]
Sedangkan menurut Arief S. Sadiman, sesuai
dengan karakteristik atau ciri khas dari suatu media media pendidikan yang
lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar dapat dibedakan menjadi 3 jenis,
yaitu;
1.
Media Grafis adalah termasuk media visual, artinya media-media yang
dalam menyalurkan pesan ajaran melalui indera penglihatan. Adapun yang termasuk
jenis media grafis diantaranya adalah; Gambar atau foto, sketsa atau gambar
sederhana/draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya saja tanpa detail,
diagram atau skema, bagan (chart), grafik, karton, poster, peta dan globe,
papan flanel, dan lain-lain.
2.
Media Audio, adalah jenis media pendidikan yang dalam menyalurkan
pesan-pesan ajaran (pesan pendidikan)
berkaitan dengan indera pendengaran. Beberapa jenis media yang dapat
digolongkan kedalam media audio diantaranya; Radio, tape recorder, laboratorium
bahasa, dan lain-lain.
3.
Media Proyeksi Diam. Yaitu media pendidikan dimana pesan yang disampaikan
lebih dulu dengan alat proyektor agar bisa dilihat. Yang termasuk jenis
proyeksi diam antara lain;
a.
Film bingkai (slide),
b.
Film rangkai (film strip),
c.
Proyektor apaque (proyektor tak tembus pandang),
d.
Televisi dan audio,
e.
Permainan dan simulasi.[10]
Dalam memilih media pembelajaran, terdapat beberapa
prinsip yang perlu dipertimbangkan, yaitu;
1. Prinsip kejelasan tentang maksud dan tujuan
pemilihan tersebut. Tujuan ini sendiri beraneka ragam, apakah untuk keperluan
rekreasi/hiburan, informasi umum atau bahkan lebih spesifik.
2. Prinsip familiaritas media, artinya seorang
guru harus mengenal sifat dan ciri-ciri media.
3. Prinsip perbandingan, yaitu adanya sejumlah
media yang dapat diperbandingkan, karena memilih media pada dasarnya adalah
proses pengambilan keputusan dari berbagai alternatif pemecahan masalah yang
dituntut oleh tujuan.
4. Prinsip normal/patokan yang akan dicapai dalam
proses pemilihan media.[11]
IV.
ANALISIS
Media
pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan
penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan
bagian yang harus mendapat perhatian dari guru/pendidik dalam setiap kegiatan
pembelajaran. Dalam hal ini, berarti guru bukan hanya satu-satunya sumber
belajar, walaupun tugas, peranan, dan fungsinya dalam proses belajar mengajar
sangat penting, tetapi media juga sumber
belajar yang sangat dibutuhkan yang dapat membantu guru/pendidik untuk mencapai
tujuan dalam proses pembelajaran.
Dengan adanya
sifat yang unik pada setiap siswa, ditambah lagi dengan perbedaan lingkungan,
pengalaman serta karakter yang berbeda sedangkan dalam proses pembelajaran
kurikulum dan materi pembelajaran ditentukan sama untuk setiap siswa maka media
pembelajaran sangat dibutuhkan untuk mempermudah guru/pendidik dalam mengatasi
perbedaan-perbedaan siswa tersebut. Dalam hal ini, guru perlu mempelajari
bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian
tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Guru harus mampu memilih
media yang sesuai/cocok digunakan dalam pelajaran yang diajarkan, media juga
harus sesuai dengan materi, strategi dan model pembelajaran. Sebagai contoh,
dalam pelajaran IPA dengan pokok bahasan proses terjadinya gerhana bulan, maka
seharusnya guru tidak hanya menjelaskan siswa dengan kata-kata atau materi saja
tetapi juga bisa menggunakan media berupa gambar/film yang menggambarkan
terjadinya gerhana bulan sehingga siswa dapat lebih paham dengan pokok bahasan
yang diajarkan.
Pada saat ini,
media pembelajaran sudah sering digunakan dalam proses belajar mengajar, tetapi
media pembelajaran juga masih sering terabaikan karena beberapa alasan,
diantaranya: karena guru tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan tentang
media pembelajaran sehingga sulit untuk mencari media yang tepat/sesuai dengan
pelajaran yang diajarkan, tidak tersedianya biaya, terbatasnya waktu untuk
persiapan mengajar sehingga mengajar hanya menyampaikan materi tanpa
menggunakan media, padahal dengan guru hanya menyampaikan materi tidak semua
siswa dapat memerhatikan dan bisa menangkap apa yang dijelaskan guru, karena
karakter siswa itu berbeda-beda,dan masih banyak alasan-alasan lain.
Meskipun saat
ini banyak yang menggunakan media dalam proses pembelajaran, tidak sedikit yang
malah menyalahgunakannya media tersebut. Seperti contoh, adanya internet.
Adanya internet yang seharusnya digunakan untuk menambah wawasan ilmu
pengetahuan siswa, juga untuk mencari sumber-sumber pengetahuan yang tidak
ditemukan dibuku, tetapi internet malah digunakan untuk memudahkan dalam
membuat tugas yang diberikan guru dengan tidak mau bersusah payah berfikir dan
berusaha mengerjakan tugas dengan sumber-sumber yang ada melainkan dengan mendownload/mengcopy
paste dari internet. Hal itu sangat disayangkan karena bertolak belakang dengan
fungsi media yang seharusnya memudahkan siswa untuk memahami pelajaran tetapi
disalahgunakan dan bukan menambah wawasan ilmu yang didapat malah kebodohan karena
tidak mau berfikir. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut, guru harus
mempunyai pengetahuan dan keterampilan tentang media pembelajaran, sehingga
dapat mengontrol siswa dalam proses pembelajaran.
V.
KESIMPULAN
Media pembelajaran adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung. Sebagai pembawa (penyalur) pesan, media pembelajaran tidak hanya digunakan
oleh guru, tetapi yang lebih penting dapat pula digunakan oleh siswa.
Keberadaan
media pembelajaran sanga dibutuhkan dalam proses belajar mengajar karena dengan
adanya media pembelajarn, guru/pendidik akan mudah dalam menyampaikan materi
dan juga siswa akan lebih mudah untuk menerima materi yang disampaikan oleh
guru/pendidik.
Macam-macam
media pembelajaran diantaranya: dilihat dari jenisnya; media auditif, media
visual, dan media audiovisual. Dilihat dari daya liputnya; media dengan daya
liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan
tempat serta media untuk pengajaran individual. Dilihat dari bahan
pembuatannya; media sederhana dan media kompleks. Sesuai dengan karakteristik/ciri
khas; media grafis, audio,dan media proyeksi diam. Sedangkan prinsip-prinsip
dalam memilih media ; prinsip kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan
media, prinsip familiaritas, prinsip perbandingan, prinsip normal/patokan yang
akan dicapai dalam pemilihan media.
IV. PENUTUP
Demikianlah
makalah ini Saya susun, semoga apa yang dibahas dalam makalah ini dapat
menambah wawasan pengetahuan kita. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan
makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itulah kritik dan saran yang
membangun sangat Saya harapkan demi kesempurnaan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran,
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003
Asnawir dan Basyiruddin usman, Media
Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers, 2002
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi
Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2010
Ibrahim dan Suparni, Strategi Pembelajaran
Maatematika, Yogyakarta: Teras, 2009
Mufarrokah, Anissatul, Strategi Belajar
Mengajar, Yogyakarta: Teras, 2009
Sadiman, Arief S., Dasar-dasar Media
Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1993
Sadiman, arief S., dkk. Media Pendidikan
Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 2007
[2]
Azhar Arsyad, Ibid, hlm. 3
[3]
Asnawir & Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat
Pers, 2002), hlm. 11
[4]
Arief S Sadiman, dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya, (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 2007), hlm. 6
[9] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta:
Rineka Cipta,2010), hlm. 124-126.
[10] Arief S. Sadiman, Dasar-dasar Media Pendidikan, (Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada, 1993), hlm. 28.